
“Kami atas nama pemkab Siak mengucapkan terimkasih, Karena Pak Sekjen hari ini bisa meluangkan waktu untuk melaksanakan diskusi pemerintahan. Sekaligus ramah tamah dengan pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Siak,” kata bupati.
Menurut bupati, sebenarnya pemerintah Siak sudah lama mengundang Sekjen Kemendagri. “Kemarin di oktober HUT Siak harapan kita pak Suhajar Diantoro dapat hadir di Siak menjadi narasumber seminar. Namun karena sesuatu lain hal beliau batal ke Siak. Hari ini bapak hadir di tengah-tengah kita, ini merupakan satu keberkahan bagi kita,” urainya.
Dihadapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro, bupati juga menceritakan capaian yang sudah berjalan di Kabupaten Siak, salah satunya penerapan pelayanan secara online hinga tingkat desa sudah berjalan.
“Penerapan e-government sudah mulai kita lakukan, pelayan public online samapi ke tingkat kampung. Kemari sudah kita luncurkan di hadiri pak kejati Riau. Kemudian Tandatangan elektronik dan Mal pelayan publik yang sedang berjalan dan bangunnya juga sudah kita persiapkan,” kata dia.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro dalam paparannya mengatakan, penerapan SPBE memiliki empat tujuan, antara lain manajemen kinerja instansi pemerintahan yang transparan dan akuntabel, menciptakan sistem pengawasan yang profesional, independen, dan berintegritas. Kemudian, mewujudkan pelayanan publik yang bersih, dan meningkatkan kualitas pengelolaan reformasi birokrasi.